Saturday, October 29, 2011

Tokoh-tokoh Twitter

Belakangan ini beberapa isi timeline gua suka bikin asam lambung naik. Diperparah dengan 'hobi lama' gua yakni membaca (alias kepo) timeline seseorang tanpa harus memfollow dengan tujuan mencari sisi cela untuk dicela. Hehe. Dari hobi membaca ini gua menangkap semacam trend di social media seperti Twitter, meskipun bukan trend baru memang, yaitu trend pencitraan.

Trend pencitraan itu sendiri sebenarnya juga bukan barang baru di khasanah jejaring sosial dunia maya. Dari jaman Friendster misalnya, banyak banget yang membangun image sedemikian rupa sehingga orang-orang yang mengakses laman profilnya akan mendapatkan gambaran seperti apa sih karakter dan gaya hidup individu ini. Apalagi dengan adanya kolom "about me". Semakin panjang kolom "about me" seseorang, bisa jadi semakin ngebet ia ingin dikenali khalayak ramai. Selain kolom-kolom biodata itu, seseorang juga bisa melakukan pencitraan dengan foto-foto profil yang mereka unggah. Ada yang ingin terlihat normal, banyak juga yang ingin terlihat nakal. Ingat trend foto profile berupa self-portrait dari atas langit dengan fokus ke payudara yang menyembul? Atau foto adegan ranjang muka bantal dengan tatapan binal? Atau yang paling sederhana, self-portrait pura-pura gak liat ke kamera. Ada juga self-portrait telanjang, khusus yang ini silaken googling sendiri mumpung belom diblokir Tipatul.
(selingan aja ini biar pada melek, daripada gak ada gambarnya sama sekali ye pan?)
 
Kembali ke Twitter, beberapa bulan yang lalu sih gua cuma mencium aroma pencitraan lewat twit-twit yang sok baik-baik, sok lempeng, dan sok bahagia. Pretentious banget lah. Belakangan ini gua lihat pencitraan di Twitter semakin berkarakter. Lo mau jadi apa di Twitter? Orang pinter? Orang kaya? Pelawak? Selebritis? Tukang kritik? Motivator? Anak gaul? Penjilat? Social climber? Pemuka agama? Pakar ini itu? Pasangan bahagia? Atau tukang pantun?

Fenomena yang gua tangkap adalah ketika 'orang biasa' dalam artian bukan selebriti atau sejenisnya berusaha mati-matian mengadopsi gaya tweeting yang banyak digemari atau yang berhasil menjaring banyak followers demi mendapatkan kesuksesan yang sama. Kalau mereka punya kapasitas untuk menjadi pakar ini itu misalnya, ya tentunya yang baca asik-asik aja bisa nambah pengetahuan. Tapi kalau memang cuma buat keliatan keren, hellohhh.

- Tipe orang (sok) cerdas: suka ngetwit pandangan, pendapat maupun ideologi terhadap suatu kasus tertentu, kadang dengan bahasa yang sok menjelimet. Suka komentarin pendapat orang, ngajak debat kusir, twitwar, gigih dalam menjatuhkan orang yang berbeda pendapat dengannya, selalu berpikir bahwa pendapatnya adalah yang paling benar dan minimal pernah melakukan satu kali kultwit.

- Tipe orang (sok) kaya: twit yang sarat akan memamerkan kekayaan, kemewahan dan kehedonan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para followers orang tipe ini. Apa pun harus dipamerkan mulai dari twit tempat makan, barang yang dibeli, barang yang ditaksir, destinasi yang dituju, hingga mungkin merk sabun cuci piring yang ia gunakan. Ehm, gua termasuk tipe yang ini sih kayaknya. Abis kalo gak dipamerin di Twitter, di mana lagi? :P

- Tipe pelawak: biasanya orang jenis ini cenderung untuk meniru pelawak-pelawak yang sudah ada. Intinya, trying so hard to drop the funniest line alias sok lucu. Tapi ya mungkin ada aja sih yang ketawa.. alias ketawain.

- Tipe selebritis: hobi me-retweet puja dan puji dari followers dan konsisten menyapa selamat pagi selamat siang selamat makan selamat malam selamat bobo. Ngikutin Princess Syahrini kali ye. Bay!

- Tipe tukang kritik: ya tentunya isi tweetnya tak lain adalah kritik dan keluhan. Mulai dari masalah politik, sosial, budaya, hingga masalah personal. Tak jarang kritikan ini bertujuan untuk menyerang. Biasanya yang jenis ini paling hobi pake hashtag #nomention.

- Tipe motivator: ini dia yang paling reus dan bikin eneg. Seriously dude, we've had enough bullshit in daily basis. Apalagi kalo twitnya sok memotivasi, sok insipratif, tapi koq secara bersamaan juga judgemental sekali. I know we're all fucked-up, life fucks us all. So stop being pretentious, spread an overwhelmingly positive energy, just to make the whole world think you're so goddamn wise. Go to hell with Mario Teguh your wisdom.

- Tipe anak gaul: isi twitnya gak jauh-jauh dari foursquare yang selalu update nyaris tiap 15menit sekali. Selain itu hobinya juga memamerkan isi obrolan dengan teman-teman (baca: RT abuse) sampai-sampai kalau mau baca seluruh isi obrolannya harus 10x klik link twitlonger yang berbeda-beda.

- Tipe penjilat: yang ini tergantung siapa yang dijilat (konotasi loh ini). Biasanya tipe ini gak pernah absen muji-muji orang yang mereka jilat itu. Pokoknya sebisa mungkin di setiap kesempatan harus mention orang tersebut. Maksud terselubungnya macem-macem, ada yang pengen cingcay kalo butuh bantuan, ada yang pengen PDKT, ada yang pengen nitip oleh-oleh, ada yang berharap dikasih pekerjaan, ada yang ngincer gratisan, ada pula yang berharap diundang traktiran. Yang berharap ditraktir ini biasanya sifatnya musiman, alias menjilat kalau tau mau ada event-event tertentu seperti misalnya hari ulang tahun, kelulusan, naik gaji / naik pangkat, sunatan, sampai ke kawinan.

- Tipe social climber: hobi menempelkan nama twitter selebtwit di twit-twitnya agar terlihat keren dan dapat mendongkrak status sosialnya. Poqoqnyiah syeluruch dhuniyya pwerlu bwangged tawu qalok ghuweh aqrabh bwangged syama niech orangg. Tak lupa mereka juga suka meminta di-RT oleh si selebtwit. Numpang tenar dikit, cing.

- Tipe pemuka agama: nah biasanye nih nyang begini ini hobinye ngutip ayat-ayat dan mengomentari moral, perilaku, dan amal ibadah orang lain. Ironisnya kadang ayat-ayat yang dikutip itu ditujukan untuk menyindir seseorang. Tipe yang begini gini nih biasanya hobi nonton ceramahnya Mamah Dedeh.

- Tipe pakar ini-itu: adapun maksud dari kata "ini-itu" mencakup begitu banyak hal. Contoh yang paling gampang dan banyak ditemukan adalah pakar sepakbola, pakar politik, pakar seks, pakar film, pakar mode, dll. Sama halnya dengan tipe pelawak dan tipe sok pinter, mereka ini ingin dipandang sebagai orang yang punya kapasitas dalam bidang tertentu. Ngetwit sih bebas aja, tapi inget loh ada yang jauh lebih menguasai bidang itu daripada Anda. Jadi jangan SOK! (ngetiknya pake dendam)

- Tipe pasangan bahagia: bah, sering banget nih pasangan-pasangan pada unyu-unyuan di Twitter. Bebas sih mau public display of affection di social media, tapi kalau sampai membagi informasi aktivitas ranjang menurut gua sih gak perlu (dengan catatan kalo mainnya di ranjang loh ya, kalo mainnya di mobil perlu di-share tuh di mana lokasi yang 'aman'). Yang nyebelin lagi adalah mereka (terutama pasangan menikah) yang mem-bully temannya yang single. Khusus untuk pasangan sialan ini akan gua bahas secara eksklusif di lain kesempatan.

- Tipe cas-cis-cus: ini banyak juga gua temukan di Twitter, di mana doi sebenernya gak jago-jago amat Bahasa Inggris tapi demi keliatan keren dan intelek ya ngetwitlah doi (dengan modal kamus Indonesia - Inggris atau google translator bagi yang agak niat). Walhasil, ya kita-kita yang baca ini gak mudeng doi sebenernya lagi ngomong apa. Orang-orang yang ngotot ngetwit Bahasa Inggris amburadul ini kayaknya perlu dikasih doorprize berupa voucher kursus Bahasa Inggris.

- Tipe tukang pantun: follow @tifsembiring.

Tipe yang manakah kamu? ;)
pic source: google image

5 comments:

DKP-Style said...

seriously, fun to read and its all true and like your unique name anyway

eka wahyu said...

bagus kawan, ,
gw suka gaya lw!!!
kalo yang ini gw termasuk tipe yang mana ya???

Minnie said...

Haha very interesting post.. Love it! Kayak nya aku harus di kasih door price juga neh...LOL

Zata Ligouw said...

kayanya gw punya sebagian kecil dari semua tipe itu deh..namanya juga manusia hehehe..

Kaisar Sujatmo said...

sok tau lo...!!
kalo ga laku emang gitu tu ngomongnya...!!!