Tuesday, September 20, 2011

Korupsi Mantan

Kemarin gua bertemu seorang kawan lama setelah lima tahun tidak pernah berjumpa. Seperti biasa, gosip tetap menjadi menu ice-breaking yang paling nikmat. Perbincangan pun mengarah ke salah satu mantan gua. Gua bergunjing mengenai si mantan yang tidak lagi sudi berjumpa dengan gua setelah kami putus hubungan. Teman gua pun melontarkan pertanyaan, bagaimana kabar si mantan selepas 'kasus' di organisasi kampus yang pernah kami geluti bersama.

Sebagai individu dengan kapasitas memori yang terbatas, gua kaget mendengar kata 'kasus'. Menanggapi ketidak-mengertian gua akan kasus yang dimaksud, teman gua itu (sebut sama si Sukimin) mengemukakan adanya isu penggelapan uang organisasi yang dilakukan oleh mantan gua. Sontak gua makin kaget. Karena eh karena, selama 1,5 tahun kami pacaran selalu gua yang keluar uang, dan setahu gua pun doi ini keluarganya memang dulu ada masalah finansial. Jadi kalaupun doi korupsi, jelas gua sebagai orang yang ketika itu sangat dekat dengan doi tidak habis pikir kemana uang itu melayang. Kasus ini berhasil membuat si mantan dan gua teralienasi di organisasi itu. Dan dulu si mantan hanya bilang semua ini karena ada rekan yang 'menusuk dari belakang'. Tentunya konotasi 'menusuk dari belakang' ini bukanlah secara seksual karena kebetulan mantan gua bukan gay ataupun biseks.
Sepanjang perjalanan pulang gua masih sibuk membongkar kembali serpihan-serpihan ingatan lima tahun lalu yang tertimbun memori-memori baru. Tapi gua terlalu pikun untuk bisa menyusun kepingan puzzle yang entah tercecer di mana. Gua pun kembali bergosip dengan kawan sepergunjingan yang kebetulan memiliki kapasitas otak di atas rata-rata demi memecahkan misteri kekepoan gua ini. Ternyata, mantan gua tidak korupsi seorang diri. Entah bagaimana detailnya, yang jelas uang organisasi itu digunakan untuk "party" atas kesepakatan bersama. Arti kata 'bersama' ini tentunya hanya mencakup sebagian orang, ada pihak-pihak yang tak diajak rundingan. Mereka ini pula lah yang akhirnya menjadi salah satu pihak yang menggonggong merasa paling dirugikan. Dan orang-orang yang sempat seide-seiya-sekata tentunya lepas tangan, dan menuding mantan gua sebagai pihak yang patut disalahkan. Ironisnya, mereka tidak mengakui uang itu dipakai berpesta bersama, sehingga rumor pun menguak bahwa mantan gua lah yang mengambil semua uangnya (dan gua tetep gak nyicipin tuh duit loh bokk!).

Dulu, lima tahun yang lalu gua masih terlalu polos dan bego untuk mengerti politik tai kucing ini. Sekarang gua mengerti. Pada organisasi kampus yang kecil ini saja mahasiswa, yang mana adalah generasi muda, sudah bisa berspekulasi untuk korupsi dan berkonspirasi untuk mencari kambing hitam. Mengambil dan menikmati apa yang bukan haknya, lalu lempar batu sembunyi tangan. Ini mengingatkan gua akan kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh si Nazarudin dkk. Hasil kesepakatan bersama, tapi begitu terungkap mereka lepas tangan pura-pura tidak tahu-menahu. Ironis karena orang yang dianggap 'sahabat' sama mantan gua ini justru paling vokal menuding mantan gua sebagai tersangka tunggal. Hanya karena uang yang tak seberapa, yang toh habis untuk dibelikan minuman buat mabok-mabokan bersama, dia rela menanggalkan persahabatan yang telah lama dibina (tsaaah!). Dan akhirnya, ketika gua lagi cuci piring, gua pun ingat si mantan gua ini menggunakan uang beasiswanya untuk membayar uang yang konon ia korupsi. Bagus sih, mantan gua bertanggung-jawab (bangga dikit). Tapi ini jadi sama saja mantan gua yang bayarin party kan?

Melihat kasus ini gua jadi semakin skeptis korupsi benar-benar bisa dituntaskan di negara ini. Terlalu utopis rasanya. Uang adalah seperangkat alat yang menjanjikan kenyamanan, kenikmatan, keamanan, dan kesenangan. Siapa yang bisa menolak uang? Apalagi ketika kasusnya bukan cuma satu-dua orang yang akan menikmati itu. Semua ingin senang, semua ingin nikmat, semua ingin aman makanya dibagi-bagi biar semua sama senang. Sama halnya lah dengan kasus Partai tenda biru yang lagi marak itu kan? Itu cuma segelintir contoh yang kebetulan terkuak. Gua yakin masih banyak sekali orang yang sedang asyik menikmati hak orang lain secara diam-diam.

Hey mantan, kalau kamu baca ayo donk ketemuan sebelum aku nikah tahun depan. :P

2 comments:

فكر جديد said...

Fantastic..it look great!
http://www.fekerjadeed.com/

فكر جديد said...

This is an interesting topic
http://www.jareditmisr.com/